Loading...

Senin, 10 Juni 2013

INFLASI

Pengertian Inflasi
Inflasi yaitu keadaan dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan (turunnya nilai uang) yang disebabkan jumlah uang yang beredar lebih banyak dibandingkan dengan jumlah barang yang beredar di pasaran.

Jenis-jenis Inflasi
1.   Berdasarkan Penyebabnya
      a.   Demand Pull Inflation/Inflasi karena Kenaikan Permintaan
             Inflasi yang disebabkan karena permintaan agregat masyarakat terhadap barang terus meningkat
      b.   Cost Push Inflation/Inflasi karena Kenaikan Biaya Produksi
             Inflasi yang disebabkan kenaikan upah buruh dan bahan baku
           
2.   Berdasar Tingkat Keparahannya
      a.  Inflasi ringan→ dibawah 10% per tahun
      b.  Inflasi sedang→ antara 10% - 30% per tahun
      c.  Inflasi berat→ antara 30% - 100% per tahun
      d.  Inflasi sangat berat (hyper inflation)→ di atas 100% per tahun

3.   Berdasarkan Sumbernya
      a.   Inflasi dari Luar Negeri→ karena kenaikan harga barang impor
      b.   Inflasi dari Dalam Nageri→ karena defisit  APBN yang  dibiayai dengan mencetak uang baru          

Pihak-pihak yang dirugikan bila terjadi inflasi
-     orang yang berpenghasilan tetap (pensiunan PNS)
-     orang yang memberikan pinjaman (kreditur)
-     orang yang menyimpan kekayaan dalam bentuk uang tunai
-     orang yang menabung uang di rumah dalam hoarding (celengan)
-     pemegang obligasi
-     pembeli/konsumen

Pihak-pihak yang diuntungkan bila terjadi inflasi
-     orang mempunyai pinjaman (debitur)
-     orang yang memiliki kekayaan dalam bentuk barang/harta tetap (tanah, rumah, kendaraan, emas)
-     orang yang persentase (%) kenaikan pendapatannya melebihi persentase (%) kenaikan inflasi             
-     serikat pekerja
-     pedagang, petani, spekulan
-     pemegang saham

Dampak Inflasi dalam Perekonomian
1.   Inflasi ringan menyebabkan: (dampak positif)
      -     mendorong perkembangan kegiatan perekonomian
      -     terbukanya kesempatan kerja→ mengurangi pengangguran
      -     distribusi pendapatan lebih merata

2.   Inflasi berat menyebabkan: (dampak negatif)
      -     ekspor berkurang karena harga tidak mampu bersaing di LN
      -     minat orang menabung di bank berkurang
      -     ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan
      -     menurunnya tingkat investasi karena tingginya tingkat bunga
      -     mendorong penanam modal berspekulasi
      -     menurunkan jumlah hasil produksi
      -     deficit neraca pembayaran
      -     menurunnya tingkat daya beli masyarakat sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat turun
      -     kesenjangan distribusi pendapatan
      -     nilai riil tabungan dan pinjaman merosot

Cara-cara mengatasi Inflasi
1.   Kebijakan moneter:
      a.   Kebijakan Diskonto/Discount Rate Policy→ menaikan suku bunga
      b.   Kebijakan Pasar terbuka/Open Market Operation→ menjual surat berharga
      c.   Kebijakan Cadangan Kas/Cah Ratio→ menetapkan persediaan kas minimal pada tiap bank
      d.   Kebijakan Kredit Selektif→ menentukan syarat-syarat kredit yang ketat (harus memenuhi 5C: Character,
            Collateral, Capital, Capacity dan Condition of Economy)

2.   Kebijakan Fiskal:
      a.   menaikan tarif pajak
      b.   mengurangi pengeluaran pemerintah dalam APBN
      c.   mengadakan pinjaman publik / mengadakan pinjaman pemerin-tah

3.   Kebijakan Non Moneter dan Fiskal
      a.   menurunkan bea masuk barang impor
      b.   memberikan subsidi
      c.   membangun proyek-proyek baru/investasi baru
      d.   menetapkan harga maksimum untuk barang-barang tertentu.
      e.   meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar
      f.    kebijakan kenaikan upah pekerja/pegawai

Laju Inflasi
yaitu tingkat persentase (%) kenaikan harga dalam beberapa indeks harga dari suatu periode keperiode lainnya    

Rumus menghitung besarnya laju inflasi:
Laju Inflasi = IHKn – IHKo x 100
                            IHKo

Teori Inflasi
1.     Teori Kuantitas oleh Irving Fisher
Tingkat harga (naik-turunnya harga) ditentukan oleh jumlah uang yang beredar.
2.     Teori Keynes
Inflasi terjadi karena nafsu berlebihan dari suatu golongan masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia.
3.     Teori Strukturalis
Teori ini menyorot penyebab inflasi dari segi struktural ekonomi yang kaku. Bila teknologi masih sederhana maka kenaikan permintaan sulit dipenuhi ketika ada kenaikan jumlah penduduk.
4.     Teori Kaum Klasik
        Inflasi terjadi karena jumlah uang yang beredar bertambah, menurut mereka jika jumlah barang tetap sedang uang beredar bertambah dua kali lipat maka harga akan naik dua kali lipat juga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar